gubernur terbodoh

Siapa yang tak kenal dengan Jim Justice, ia merupakan gubernur terbodoh yang penuh dengan kontroversi dan konflik. Maka wajar rasanya jika otoritas federal menggugat kerajaan bisnis gubernur West Virginia ini. Otoritas federal meminta denda lingkungan hidup sebesar $7,6 juta yang belum Justice bayarkan dan sudah melewati jatuh tempo.

Langkah ini tentu saja menambah daftar panjang besarnya masalah hukum dan utang yang dimiliki Justice dan terjadi hanya sebulan setelah kampanye yang ia lakukan untuk Senat AS. Pengacara Departemen Kehakiman mengajukan tuntutan untuk menagih denda yang ditetapkan oleh Departemen Dalam Negeri terhadap 13 perusahaan karena berbagai pelanggaran penambangan yang menimbulkan risiko kesehatan dan keselamatan atau mengancam kerusakan lingkungan masyarakat sekitar.

Bisnis Batubara Gubernur Jim Justice Mendapat Tuntutan Pemerintah Federal

Selama bertahun-tahun, polemik ini terus berlangsung hingga menjadikan Jim Justice gubernur terbodoh. Justice dirundung tuduhan bahwa bisnis keluarganya belum melunasi hutangnya. Pada tahun 2020, penyelidikan dilakukan oleh ProPublica dan Mountain State Spotlight menemukan bahwa total hutang yang harus dibayar oleh bisnis keluarga Justice telah mencapai $140 juta.

Disamping permasalahan ini nyatanya juga ditemukan ratusan tuntutan hukum yang sudah dilayangkan kepada keluarganya sejak lebih dari 30 tahun lalu. Tuntutan hukum tersebut diajukan oleh pekerja, vendor, mitra bisnis, dan lembaga pemerintah, dengan tuduhan bahwasannya bisnis Justice belum melunasi hutangnya.

Gugatan demi gugatan sudah dilayangkan badan-badan federal terhadap perusahaan-perusahaan kehakiman atau pengadilan atas denda, pelanggaran lingkungan dan keselamatan pekerja. Di bulan April 2023 pengadilan banding federal memutuskan bahwa perusahaan tersebut harus membayar denda sebesar $2,5 juta atas persetujuan Badan Perlindungan Lingkungan.

Karena denda belum juga dibayarkan, pertengahan Mei 2023, Departemen Tenaga Kerja meminta bantuan hakim untuk mengumpulkan denda jutaan dolar, dengan tuduhan bahwa perusahaan yang dimaksud badan federal mempunyai kebiasaan terlambat bayar denda yang berkaitan dengan pelanggaran yang membahayakan kesehatan dan keselamatan para penambanh.

Gugatan tersebut menyebutkan lebih dari 130 pelanggaran dan lebih dari 40 perintah penegakan hukum yang telah dikeluarkan tahun 2018 hingga 2022. Menanggapi gugatan yang terakhir, hakim berupaya mengalihkan perhatian dari substansikasus dengan mengisyaratkan bahwa Gedung Putih menggunakan badan pengatur untuk keperluan politik.

Justice mengatakan “Joe Biden, Chuck Schumer, dan partai Demokrat telah melihat jajak pendapat yang memperlihatkan kemenangan saya dalam pemilihan Senat AS. Sekarang Pemerintah Biden telah memulai permainan politik mereka untuk mengalahkan saya.” Justice memang tidak tahu malu, ditengah tuntutan hutangnya ia malah berusaha memenangkan pemilihan Senat AS.

Justice ialah tokoh Partai Republik yang cukup populer, ia sibuk mencari nominasi Partai Republik untuk menantang Senator Manchin. Padahal ada banyak pelanggaran atau konflik yang ia sebabkan. Dimana perusahaannya gagal menjaga dan menjamin stabilitas area tambang, melanggar batas polusi dan mengendalikan eosi atau sedimen dari lokasi tambang.

Christopher R Kavanaugh, Jaksa AS untuk Distrik Barat Virginia, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut gagal memperbaiki pelanggaran tersebut. Bahkan sudah diperintahkan lebih dari 50 kali untuk menghentikan aktivitas penambangan sampai pelanggaran mereka mereda.

Kavanaugh juga melanjutkan, “Pengajuan pengaduan ini melanjutkan proses meminta pertanggungjawaban terdakwa karena membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat dan lingkungan kita.”

Selain hukuman lingkungan hidup yang belum dibayarkan, kasus ini juga menuntut hampir $200.000 biaya lahan tambang terbengkalai yang belum dibayar. Seperti yang kita ketahui West Virginia mempunyai lebih dari 175.000 hektar lokasi tambang terbengkalai yang menunggu pembersihan. Bahkan diperkirakan, program pembersihan oleh Departemen Dalam Negeri akan mengalami kekurangan dana di $25 miliar.

Jika kita tinjau kembali, ketika industri pertambangan terus mengalami penurunan perekonomian, reklamasi tambang-tambang yang terbengkalai menjadi kekhawatiran yang semakin besar di kalangan masyarakat pertambangan batu bara. Terutama setelah kebangkrutan perusahaan-perusahaan yang mengancam pengalihan biaya ke pembayar pajak.

Perlu diingat bahwasannya jumlah total yang diminta pemerintah juga termasuk biaya bunga dan administrasi.

Justice menyatakan bahwa dia dan perusahaan keluarganya selalu membayar hutangnya. Dan memang gubernur Jim Justice tidak disebutkan sebagai terdakwa dalam gugatan Departemen Dalam Negeri. Namun nyatanya 12 dari 13 perusahaan yang terlibat dalam daftar adalah bisnis miliknya, hal ini diungkap oleh laporan keuangan terbaru yang diajukan ke Badan Federal.

Gugatan baru ini menyebutkan putra dari gubernur Jim Justice, James C. ”Jay” Justice III, sebagai tergugat. Dalam gugatan tersebut menyatakan bahwasannya Jay Justice adalah pengendali dari 12 perusahaan yang disebutkan dalam pengaduan. Hanya saja memang keluarga mereka tidak menanggapi permintaan gugatan tersebut.

Bahkan mereka juga menggugat balik Departemen Dalam Negeri atas denda dan biaya penambangan yang belum dibayar sebesar $4,2 juta. Kasus ini terus saja bergulir, dimana keluarga Justice merasa mendapat perlakuan tidak adil dari pemerintah. Namun pemerintah dan masyarakat juga merasa dirugikan oleh perusahaan keluarga Justice. Oleh karena itu, berselang beberapa waktu dari gugatan balik yang dilakukan Jay Jusctice, hakim faderal Virginia menolaknya.

Penutup

Pada intinya kontroversi ini terus saja bergulir, dengan denda kepada bisnis keluarga Justice oleh Badan Federal Virginia. Pertambangan batu bara yang dimiliki keluarga Justice sudah merusak lingkungan dan tidak mereka pertanggung jawabkan. Meskipun mereka mengelak dan mengatakan bahwa mereka telah berusaha menyelesaikan permasalahan dengan baik.

Namun sangat egois rasanya apabila Jim Justice merasa tidak terlibat dan mengabaikan tuntutan dari pihak federal. Ia bahkan memilih untuk fokus terhadap pemilihan Senat AS, tanpa peduli dengan lingkungan daerah pertambangan. Maka wajar saja ia menjadi gubernur terbodoh dan kejam karena tidak peduli akan tuntutan tersebut.

By bisnis

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *